Kearifan lokal mayarakat Ternate dalam pencegahan cybercrime
Abstrak
Perkembangan teknologi digital di Indonesia telah memicu pertumbuhan kejahatan dunia maya (cybercrime), seperti penipuan daring, penyebaran hoaks, dan eksploitasi data pribadi. Meski pendekatan hukum formal telah dilakukan, hasilnya belum optimal karena rendahnya literasi digital dan lemahnya kontrol sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis potensi pendekatan kearifan lokal sebagai strategi komplementer dalam pencegahan kejahatan siber. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti marimoi ngone futuru, Bobato Se Rasai, boboso, maku gawene yang menekankan pentingnya saling menghormati, bersyukur atas apa yang dimiliki dapat menciptakan pengguna digital yang lebih empatik, dan peran tokoh adat memiliki efektivitas tinggi dalam menginternalisasi etika digital. Integrasi antara kebijakan nasional dan kearifan lokal dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat Ternate terhadap ancaman kriminalitas dalam dunia maya (cybercrime).