Kearifan Lokal Mayarakat Ternate dalam Mitigasi Bencana
Kata Kunci:
Mitigasi Bencana, Kearifan Lokal, TernateAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi terkait mitigasi bencana berbasis kearifan lokal masyarakat Ternate. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah metode triangulasi, dengan analisis data secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menggungkapkan bahwa: (1) pulau Ternate dengan luas wilayah 5. 798,4 km2 atau 73% kelurahan/desa berada di pesisir dengan karakteristik geografis yang unik dengan adanya gunung berapi aktif yang menjulang di pusat pulau Ternate, menjadi pulau dengan tingkat risiko bencana yang tinggi seperti letusan gunung api dan gempa bumi; (2) Kearifan lokal masyarakat Ternate dalam pencegahan dan pengurangan risiko bencana terdiri dari pengamatan fenomena alam seperti sering terjadinya Sodidi atau gempa bumi yang terjadi dengan frekuensi rendah-tinggi, pengamatan terhadapa ancaman dan bahaya bencana hidrometeorologi atau koreserato yang dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor dan banjir, dan legenda yang mengandung pesan pesan kewaspadaan tentang gunung gamalam seperti penjaga gunung berfungsi sebagai alaram agar masyarakat
tidak merusak alam. Kearifan lokal mayarakat Ternate sebagai bentuk penyampaian informasi secara turun temurun yang mudah diingat dan di pahami; (3) kearifan lokal masyarakat dalam kesiapsiagaan dan peringatan dini seperti tanda-tanda yang datang berupa bisikan dan mimpi yang dialamih oleh seseorang yang mempunyai kedudukan tertinggi seperti sultan; (4) Kearifan lokal masyarakat Ternate dalam penanganan darurat dan pemulihan seperti babari atau Gotong royong berperan penting dalam penanganan darurat bencana, karena mengajak masyarakt Ternate untuk bersama-sama membersihkan lingkungan pasca bencana dan ritual adat kololi kie, fere kie, doa bersama, atau upacara tradisional yang sarana pemulihan mental dan spiritual pascabencana. Kearifan lokal masyarakat Ternate dalam mitigasi bencana masalalu sebagai fondasi yang kuat dalam menghadapai bencana dimasa yang akan datang.
Referensi
Arianto, Bambang. 2024. “Triangulasi Metoda Penelitian Kualitatif.” Borneo Novelty Publishing 10.70310/q: x–176. https://www.researchgate.net/publication/387399321.
Biomi, Agnes Ayu, I Gusti Agung Haryawan, Komang Angga Prihastini, Ni Luh Gede Maytadewi Negara, Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma, and Ni Putu Eny Sulistyawati. 2024. “Mitigasi Bencana Alam Tanah Longsor Pada Nungnung Waterfall Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung.” I-Com: Indonesian Community Journal 4(1): 551–60. doi:10.33379/icom.v4i1.4135.
Bisjoe, Achmad Rizal H. 2015. “Kawasan Wallacea Dan Implikasinya Bagi Penelitian Integratif Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.” Balai Penelitian Kehutanan Makassar 12(2): 141–48. http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/dua-warisan-dari-nusantara-.
BPS Kota Ternate. 2023. “Statistik Daerah Kota Ternate 2023.” : vi+27 halaman.
Fajri Abdul Kadir, Nurul, Gerak Sejarah-Budaya Hiri di Kilas Bayang Ternate Riri, and Gerak Sejarah-Budaya Hiri di Kilas Bayang Ternate. 2025. “Titikala Jurnal.” 1(1). https://jurnaltitikala.com/tkj/.
Jayanti, Erviela Puspa, Sri Sarjana, Yudi Karyanto, Suhendro Oktosatrio, and Farel Gogo Mulia. 2025. “Flood Disaster Mitigation on Road Sections : Optimizing Performance by Implementing Traffic Engineering Management.” 01002.
Karim, Taufik Z., Hermanto Siregar, Sri Mulatsih, and Boedi Tjahjono. 2024. “Tourism Industry Management Strategy Based on Disaster Mitigation in Morotai Island Regency.” Journal of Lifestyle and SDGs Review 5(1): e03934. doi:10.47172/2965-730x.sdgsreview.v5.n01.pe03934.
Muhammad, A., and H. Hastuti. 2019. “The Reducing of Potential Hazard in the Shore Tourism; Ternate City.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 271(1). doi:10.1088/1755-1315/271/1/012024.
Muhlisah, Nurul, Risal Mantofani Arpin, and St Khaeratul Mukarramah. 2021. “Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam.” Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 2(2): 107–11. doi:10.30605/atjpm.v2i2.1232.
Nusi, Aditya Firmansyah, Desrika Talib, and Sri Sunarti. 2020. “TULIP : Tulisan Ilmiah Pariwisata.” Tulisan Ilmiah Pariwisata 5(2): 42–48.
Pakniany, Yamres, Weldemina Yudit Tiwery, and Heinrich Rakuasa. “Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Nuwewang Kecamatan Pulau Letti Kabupaten Maluku Barat Daya Earthquake Disaster Mitigation Based on Local Wisdom of Nuwewang Village , Letti Island District , Southwest Maluku Regency Pendahuluan.” : 1–9.
“Pdf Ternate Tidore.”
Siregar, D R, E Barlian, I Dewata, and N Syah. 2025. “Mentawai Tribe’s Natural Disaster Mitigation Model Through Local Wisdom.” Jurnal Penelitian Pendidikan IPA 11(1): 207–16. doi:10.29303/jppipa.v11i1.9570.
Subagia, I Wayan. 2015. “Pelatihan Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Pengastulan Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Bali.” JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) 4(1): 585–98. doi:10.23887/jpi-undiksha.v4i1.4916.
Tadenas, Kelurahan, Kecamatan Moti, Kota Ternate, Muajmin Hudin, M Said Alhaddad, and Nurhalis Wahidin. 2025. “Identifikasi Dan Implementasi Kearifan Lokal Untuk Konservasi Perikanan Di.” 1(1): 42–49.
Tamhir, Lukman. 2025. “Integrasi Kearifan Lokal Maluku Utara Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Ternate Lukman Tamhir.” 11(1): 1–13.
Tanjung Rahman, Dkk. 2020. “323887-Manajemen-Mitigasi-Bencana-88a34933.” : 24.
Wijaya, Mendra, Bayu Pratomo, Andi Batary Citta, and Sumardi Efendi. 2025. Metodologi Penelitian : Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan Mix Methods.
Yammes Jonas Batkunde, and Irmawati Leppang. 2025. “Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam Bagi Masyarakat Di Distrik Mamyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak.” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan 3(4): 414–19. doi:10.31004/jerkin.v3i3.434.