Kajian Etnobiologi Minuman STMJ di Desa Landungsari Kabupaten Malang
Abstract
STMJ merupakan salah satu minuman tradional yang diracik oleh masyarakat di Kota Malang dan dipercaya untuk meningkatkan stamina tubuh. Pemanfaatan bahan alam ini memberikan efek pada pelestarian dari masing-masing spesis yang digunakan saat meracik minuman STMJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan nilai penting dari minuman STMJ. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan koesioner, data dianalisis menggunakan microsoft axcel dan selanjutnya dihitung menggunakan rumus UVs untuk mengetahui nilai kegunaan suatu spesies dan rumus ICs untuk mengetahui nilai penting spesies dalam suatu budaya. Hasil penenlitian menunjukkan tidak semua orang menyukai racikan dengan 4 bahan yaitu susu, telur, madu dan jahe. Telur menjadi salah satu bahan yang memiliki nilai penting paling rendah atau 0,22 sehingga dikategorikan sebagai bahan yang tidak penting. Hal ini karena faktor rasa telur mentah yang khas (amis). Namun, minuman ini tetap menjadi salah satu minuman traditional yang selalu direkomendasikan
Key words: Pelestarian, Minuman Tradisional, Nilai Penting